Kultwit Menanggapi Akmal Syafril di Hard Rock FM

Kultwit ini sebenarnya reaksi spontanitas dari diskusi “provocative proactive” di Hard Rock FM antara Akmal Syafril dan Pandji Pragiwaksono pada 15 Mei 2012. Saat itu tujuan saya hanya ingin mendengarkan langsung “isi” omongan dari Akmal Syafril yang getol bersuara untuk membubarkan Jaringan Islam Liberal (JIL). Tapi di akhir diskusi saya merasa banyak yang harus dikoreksi. Sehingga saya merasa harus “menguliahi” dengan 62 twit tersebut. Pada akhir kultwit yang menghebohkan tersebut, saya mendapat ratusan (mungkin hingga ribuan) mentions. Dan follower saya pun naik signifikan sampai sekitar 500 follower, dari 1500-an sampai 2000 follower. Check this out!

1. Sumpah, tadinya gue penasaran sama si #Malak ini. Sampe gue bela-belain dengerin radio. Tapi ternyata mengecewakan.

2. Masih mendingan Adian Husaini. Posisinya tegas, nolak liberal. Si #Malak ini mencla-mencle…

3. Keliatan banget, kalo #malak takut dibilang radikal/fundamentalis sama Pandji.

4. Kalo ngomongnya di tempatnya mereka sendiri, mungkin lebih asyik. Mereka itu sama sekali nolak kebebasan… #malak

5. Wajah aslinya #malak itu ada disini http://t.co/B5YxFCWT. Silahkan diliat-liat. Itu blognya dia. Ampe ngehujat kebebasan ampe ahmadiyah.

6. Tadi ketika ditanya ttg Lady Gaga pun gelagapan. Lady Gaga seronok, kata #malak. Kata Pandji: Lu nggak tau dangdut? Dan dia cengok.

7. Kata #malak dia nggak setuju Lady Gaga karena negara lain juga nolak. So?

8. Tentang Ahmadiyah, misalnya. #malak bilang rata-rata Ahmadi Indonesia itu nggak paham sama Ahmadiyah itu sendiri.

9. Gue sih ngakak. Orang Islam juga banyak yang nggak paham Islam. Trus mereka harus dibubarin gitu? #malak

10. Tentang islamlib itu sendiri, nanti gue jelasin. Sekarang kita bahas logika ngaconya #malak.

11. Pandji: kenapa lebih mau bubarin JIL daripada FPI? Kata #Malak: Ya JIL lebih berbahaya. Buktinya yang dukung bubarin JIL lebih byk.

12. Pandji: kalian setuju dengan FPI? #malak: kita juga kritis kok ke FPI. Ada yang percaya?

13. Nah ini yang gelo. Pandji: Kalian ini mau bubarin JIL apa liberal? Kan kebebasan itu yg bikin hidup kita enak. Mau main basket kek…

14. #Malak: “Kita nggak mau bubarin liberal kok. Kita cuma mau bubarin JIL.” Lah, bubarin JIL itu ngelanggar kebebasan nggak sih?

14. Pandji: kenapa JIL bahaya banget ampe harus dibubarin? Kata #malak, “JIL itu suka adu domba. Suka fitnah. Manji aja yang ngundang JIL”

15. Pandji: Masa sih yang ngundang JIL? #Malak: Iya lah mereka yang punya jaringan. Pandji: Ada bukti? Kalian punya intelejen? #malak diem.

16. Pandji: kata JIL kalian ini fundamentalis. #Malak: Itu kan menurut mereka. Harusnya Islam jangan dikotak-kotakkan dong.

17.Tapi #malak ditegur sama Pandji waktu bilang Manji itu feminis radikal. “Elu katanya ga mau dibilang radikal?” #malak: “Eh, iya ga jadi”.

18. Ini terkait #malak yang katanya nggak nolak liberal. “Kita ngga nolak liberal, tapi kita demo bareng FUI yang nolak liberal”… IQ?

19. Pandji: “gue nggak setuju dg pembubaran apapun”. #malak: “saya juga nggak setuju, kecuali yang emang harus dibubarin kaya JIL dan PKI”

20. Yang belajar filsafat liberalisme ya pasti ngerti lah. Kebebasan itu hak semua orang. Termasuk yang punya ide tentang komunisme #malak

21. Oke sekarang gue bahas tentang content omongannya #malak.

22. Dari dulu gue bilang. Orang-orang #IndonesiaTanpaJIL ngakunya gerakan intelektual. Tapi yang jadikan acuan bahasan? Potongan twit-twit.

23. Yaelah, twitter itu 140 karakter. Mana bisa ngejelasin buah pemikiran secara utuh. Klo mau jadiin acuan buku.

24. Gue sering bilang, pemikiran itu nggak cuma buahnya. Ada akar, batang, dahan, daun, baru kemudian buahnya. Jangan cuma liat buahnya.

25. akar pemikiran JIL? Ya ijtihad. Itulah yang melandasi berbagai macam pemikiran. Karena JIL yakin, ijtihad inilah yg bikin Islam maju.

26. Tadi nggak dijelasin secara lengkap sama #malak tentang Ijtihad. Bahkan nggak disebutin hadits tentang ijtihad.

27. Apa tadi disebutin apa hadits ijtihad? “Barangsiapa yg ijtihadnya benar dapet dua pahala. Klo salah satu pahala…”

28. Tadi #malak bilang kalo ijtihad JIL itu sesat karena masuk ke ranah ilahiyah. Lah, nggak tau apa ijtihad ilahiyahnya tasawuf?

29. Nah, ijtihad JIL itu juga punya prinsip. Nggak asal njeplak. #malak

30. Saya tabayun sendiri sama kyai @Moqsith. Prinsip ijtihad JIL itu pake kaidah ushul fiqh juga. Ijtihad di muamalah, bukan ubudiyah #malak

31. Kata #malak Islam Liberal adalah suatu aliran Islam sendiri. Tapi nyusup-nyusup ke organisasi NU/Muhammadiyah. Sehingga ngadu domba.

32. Ngingetin, “idza jaakum fasiqun binabain fatabayyanu..” Jangan asal percaya dengan omongan orang. Coba konfirmasi ke yg bersangkutan.

33. Islam liberal itu cuma metode berpikir yang mendorong ijtihad. Bukan aliran apalagi agama baru.

34. Mau bukti? Apakah bila Ulil bilang A, kemudian Moqsith pasti setuju? Blom tentu. Tapi keduanya saling menghormati pendapat.

35. Maka wajar kalo orangnya ada dimana-mana. Lah, emang aslinya disitu berasal. Gimana lagi?

36. Apakah Ijtihad terbuka itu baru dilakuin JIL? Salah besar. Umar bin Khatab itu bapak ijtihad umat Islam.

37. Umar bin Khatab ijtihad yang “kelihatannya” dilarang oleh Quran. Ini soal rampasan perang.

38. DI Quran jelas diperintahkan bahwa rampasan perang harus dibagi-bagi sesuai aturan Quran. Tapi Umar malah ijtihad beda…..

39. Umar RA bilang bahwa rampasan perang yg dimaksud oleh Quran, itu waktu awal2 Islam. Bukan sekarang. Kenapa?

40. Pada saat itu, gaji mujahidin dibayar lewat rampasan perang. Tapi skrg udh punya gaji tetap. Maka rampasan masuk ke kas negara.

41. Tentu saja ijtihad yang seperti ini harus sesuai dengan doktrin “islam solih li kulli zaman wa makan….”

42. Bagaimana agar Islam sesuai dengan modernitas? Ya Ijtihad.

43. Tapi masa modernitas didahulukan daripada Islam? Ya tidak. karena #JIL yakin modernitas sesuai dengan substansi Islam itu sendiri.

44. Nah apakah bahasan yang kaya gini bisa dijelasin di forum penuh cekakak-cekikik? Ya tentu tidak.

45. oke, saya kasih satu contoh lagi tentang Ijtihad.

46. Di Quran, kita boleh memelihara budak. Tapi masa iya kita mau seperti itu? Ya tidak. Ambil substansi Islam tentang kesetaraan.

47. Kita berani melarang perbudakan walaupun Quran bilang halal, kenapa? Ya itulah ijtihad. Kita yakin dapet pahala klo ijtihad.

48. Oke sekarang tentang institusi JIL itu sendiri.

49. Tau nggak, JIL itu anggotanya cuma kurang dari 10 orang lho. Sebagian diantaranya aktif di twitter.

50. JIL itu apa sih kegiatannya? Diskusi bulanan, pidato kebudayaan, Workshop dan website. Udah cuma itu. Lah kok takut sama yang beginian?

51. Noh, FPI yang massa nya puluhan ribu. Sering mentungin orang lagi. Masa JIL yang kecil gini dibandingin FPI?

52. Apakah JIL itu ingin bikin aliran Islam kaya Jamah Islam liberal? Ya nggak lah. Wong fungsi JIL itu cuma fasilitasi diskusi kok.

53. Mau bukti? Pernah liat nggak, JIL bikin cabang? JIL itu nggak pernah mau nyari massa. Mereka cuma bicara gagasan. Takut?

54. Gue bukan pengurus JIL. Cuma ingin meluruskan saja. Nggak tega liat pembodohan dan simplifikasi malam ini.

55. Istilah “islam” dan “liberal” itu disadari sendiri oleh Ulil dan Luthfi. Itu istilah kontroversial, bahkan cenderung kontraproduktif.

56. Kata mas @Ulil, istilah “liberal” dalam JIL itu bikin kita capek diskusi masalah nama. Bukan substansi pemikiran yang dibawa.

57. Mau tau ttg pertama kali istilah “Islam liberal”? Silahkan baca buku2 Charles Kurzman, Grerg Barton, sampe disertasinya Zuly Qodir.

58. Saya apresiasi orang anti JIL dalam gagasan seperti HM Rasyidi sampe Adian Husaini. Terus terang, saya menimati buku2 mereka.

59. Tapi saya mengutuk keras kepada kelompok anti JIL yang ad hominem dan fitnah untuk melawan gagasan.

60. Saya ingin tutup dengan perkataan Ahmad Wahib. Dengan ini saya “mengerti” kenapa orang2 JIL malas dialog dengan anti JIL.

61. “Kita kaum pembaharu muslim terlalu menoleh kbelakang. Kita msh telalu sibuk mlayani serangan2 dr orang2 muslim tradisional…” – Wahib

62. Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu an la ilaha illa anta. Astagfiruka wa atubu ilayk…. Sekian.

NB: Kultwit ini sebelumnya dikumpulkan oleh @mustova_h di http://chirpstory.com/li/7720

Tentang Rofi

Rofi Uddarojat adalah mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Jakarta. Salah satu pengagum berat Cak Nur. Hobinya membaca buku dan nonton bola, karena dia adalah fans fanatik Manchester United. Passion nya adalah di dunia Politik, Ekonomi, dan pemikiran Islam. Selain itu, suka menikmati sejarah nasional. Aktivitasnya sebagai aktivis kampus & twitter, Jurnalis, pengamat politik, dan penulis lepas. Bisa di hubungi via twitter: @Rofiuddarojat
Pos ini dipublikasikan di Twitter. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kultwit Menanggapi Akmal Syafril di Hard Rock FM

  1. Cuman sedikit koreksi. Akmal dalam siaran itu sebnernya ga menjawab jelas mengenai posisinya dalam pembubaran Ahmadiyah. (Meskipun di post blognya di tahun 2008 secara eksplisit pro-pembubaran Ahmadiyah).

  2. Ama Florez berkata:

    Kalian ga tau soal Liberal sih
    bebas bukan berarti bebas sebebas bebasnya, kaka.
    agama punya aturan , nah klo atas nama kebebasan sampe semua syariat agama diabaikan ya ngapain lagi hidup bosss, manusia diciptakan di dunia buat tujuan kebaikan, makanya ada alur dan aturan yg harus di lalui, ..agar manusia dapat kebaikan itu,
    analoginya kalo lu maen bola mau sukses lu harus taat sama peraturan, gimana jadinya kalo semuanya bebas mau make tangan atau kaki..
    paham ? kalo kalian nuntut kebebasan ya sudah bebaskan juga dong orang orang mau menegakkan ajaran agama mereka dan melawan orang-orang yang jelas menodai agama mereka .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s