Tocqueville dan Pusaka Besarnya

Demokrasi adalah sistem universal yang bisa dikatakan satu-satunya di dunia ini. Hampir seluruh negara meyakini bahwa nilai-nilai demokrasi lah yang terbaik untuk saat ini. Sistem partisipasi yang diiringi dengan kontrol yang efektif menjadikan demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang paling rasional dan efektif untuk membatasi kekuasaan. Demokrasi muncul pertama kali pada masa negara-kota (city-state) di Yunani dulu, walaupun pada saat itu demokrasi berkembang bukanlah demokrasi seperti sekarang. Demokrasi yang berkembang pada saat itu dikuasai oleh kaum aristokrat. Oleh karena nya, demokrasi pada saat itu dibenci oleh filsuf Yunani terkenal, Plato. Namun demokrasi yang kita kenal sekarang sudah berubah jauh lebih baik dari saat itu.

Salah satu tokoh penemu teori demokrasi modern adalah filsuf Prancis yang terkenal, Alexis De Tocquville. Tocqueville menjadi filsuf Prancis yang terkenal sebagai anak kandung masa pencerahan bersama Voltaire, Rousseau, dll. Bahkan nama Tocqueville disejajarkan dengan nama-nama filsuf peletak dasar konsepsi demokrasi ternama lainnya seperti John Locke, Montesquieu, dan Jefferson. Tocqueville dikenal dari dua “pusaka” nya yang terkenal; Demokrasi di Amerika (De La Democratie En Amerique) dan Rezim Lama dan Revolusi Prancis (L’ancien Regime et la Revolution).

Tocqueville terlahir sebagai kaum aristokrat atau kelas menengah pada saat Prancis dibawah kekuasaan Napoleon. Walaupun profesi resmi nya adalah seorang hakim di Paris, tetapi Tocqueville adalah salah satu filsuf yang mengeluarkan gagasannya dibarengi dengan riset empirik dan langsung terjun ke lapangan. Trennya pada saat itu, gagasan besar dari para filsuf tidaklah keluar dibarengi dengan riset yang mumpuni. Filsuf seperti Hegel dan Marx misalnya, hanya menarik kesimpulan besar kondisi pada saat itu dan mengeluarkannya sebagai gagasan, tanpa didasari dengan riset lapangan yang dalam. Tocqueville memutus rantai kecenderungan filsuf tersebut dengan melakukan riset di suatu penjara di Amerika Serikat, yang kelak melahirkan mahakarya “De La Democratie En Amerique”.

Tentang Demokrasi di Amerika

Tocqueville tiba di New York pada 1831, bersama rekannya Beaumont. Mereka datang ke Amerika Serikat pada saat itu untuk mempelajari lembaga politik yang menunjang demokrasi. Tujuan penting lainnya ialah sebagai perbandingan demokrasi dengan negara asalnya, Prancis. Negara lainnya yang menjadi bandingan adalah Inggris. Pada awalnya, Tocqueville mempelajari tentang sistem kehakiman di Amerika yang kemudian membawanya kepada penelitian terhadap narapidana disana.

Tocqueville mengawali pemikirian tentang demokrasi dengan berbagai pertanyaan. Mengapa demokrasi di Amerika bersifat liberal? Bagaimana Amerika berhasil menghindari dua dilema besar, yaitu anarki dan aristokrasi kekuasaan? Mengapa demokrasi Amerika berbeda dengan Inggris? Pertanyaan-pertanyaan tersebut pada akhirnya dijawab dengan analisis persamaan (equality). Amerika adalah negara yang terbentuk bukan dari transformasi kekuasaan absolut maupun aristokrasi seperti di Eropa. Sehingga yang dihasilkan di Amerika seiring dengan industrialisasi adalah mobilitas sosial yang tinggi, urbanisasi, dll. Feodalisme dan Aristokrasi tidak berkembang.

Menurut Tocqueville demokrasi di Amerika disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, faktor geografi. Amerika tidak pernah kekurangan lahan. Karena nya, selalu ada perluasan lahan bila diperlukan. Sehingga faktor geografi tidak pernah mengganggu proses demokrasi. Berbeda dengan geografis Eropa yang terbatas, sehingga seringkali terjadi peperangan karena masalah invasi dan perluasan wilayah jajahan. Namun menurut Tocqueville, perang salah satu faktor terbentuknya negara. Ketika suatu wilayah sering terancam oleh tetangganya, maka pemerintahannya tidak mempunyai pilihan lain untuk memperkuat birokrasi maupun elemen pemerintahan lainnya. Sehingga sentralisasi kekuasaan di Eropa, terutama Prancis lebih ekspansif. Amerika seperti kita tahu menganut sistem federal.

Kedua, adalah faktor partisipasi masyarakat Amerika terhadap proses politiknya. Istilah yang digunakan oleh Tocqueville adalah America is nation of joiners. Oleh karena itu, Amerika menganut sistem federalisme atau desentralisasi yang memungkinkan masyarakat lebih berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Ketiga, adalah faktor budaya. Tocqueville melihat ada sebuah kebetulan sejarah yang menguntungkan Amerika. Sebagai negara imigran, Amerika adalah negara yang beragam namun diuntungkan dalam beberapa hal: Bahasa dan agama yang digunakan relatif sama. Sehingga tidak mengganggu proses demokrasi.

Agama protestan yang dianut oleh sebagian besar warga Amerika pun menurut Tocqueville sebagai faktor pendukung demokrasi. Hal ini bisa dipahami bila melihat faktor migrasi para penganut agama protestan yang pada saat itu “terusir” oleh kaum katholik di Eropa. Sehingga di tanah baru ini pun, mereka berusaha menjadikan “tanah keberanian” dan “tanah kebebasan” (The land of the brave, the land of the free). Dengan terbitnya buku fenomenalnya tersebut menjadikan Tocqueville sebagai salah satu filsuf politik berpengaruh di barat. Tak heran, bila Tocqueville sampai saat ini masih dijadikan panutan oleh kelompok berpengaruh di Washington DC, yaitu kelompok neo-konservatif dalam melihat posisi negara, agama, dan kegiatan komersial.

Tentang Rofi

Rofi Uddarojat adalah mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Jakarta. Salah satu pengagum berat Cak Nur. Hobinya membaca buku dan nonton bola, karena dia adalah fans fanatik Manchester United. Passion nya adalah di dunia Politik, Ekonomi, dan pemikiran Islam. Selain itu, suka menikmati sejarah nasional. Aktivitasnya sebagai aktivis kampus & twitter, Jurnalis, pengamat politik, dan penulis lepas. Bisa di hubungi via twitter: @Rofiuddarojat
Pos ini dipublikasikan di Esei, Filsafat Politik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s